Monday, December 01, 2008

Satu Jam Bersama Guru Nomor Wahid



Nama Michael E. Porter seolah sudah melegenda di kalangan akademisi dan praktisi bisnis. Karya legendarisnya, The Competitive Advantage of Nations telah menjadi semacam karya klasik, dijadikan buku teks di hampir semua Fakultas Ekonomi di seluruh dunia. Tak mengherankan bila survei yang diselenggarakan konsultan bisnis Accenture, tiga tahun lalu menobatkan Michael E. Porter sebagai Pemikir dan Penulis topik-topik Manajemen paling top di dunia, mengalahkan nama-nama kondang seperti Peter Drucker, Peter Senge, Alvin Toffler, bahkan Jack Welch mau pun Bill Gates.


Keseriusan Porter meneliti dan mempelajari daya saing negara-negara dunia telah membuat karya-karyanya menjadi acuan banyak Pemimpin Negara. Salah satunya adalah Microeconomics Competitive Index (MCI) yang selalu dibahas dalam World Economics Forum dan digunakan sebagai acuan menentukan daya tarik investasi suatu negara. Porter memang tak pernah berhenti membuat riset statistik untuk memperlihatkan dasar-dasar mikroekonomi dalam menunjang analisis ekonomi pembangunan.


Berkaitan dengan itu, karya lain dari Porter yang populer adalah Teori Kluster. Ini adalah teori yang didasarkan pada riset yang cukup lama mengenai konsentrasi atau interkoneksi perusahaan-perusahaan mau pun institusi di suatu sektor atau bidang tertentu yang selanjutnya akan menentukan daya saing dan kemajuan perekonomian suatu negara. Studi-studi tentang cluster ini lah yang ia kembangkan menjadi teori dan implikasinya bagi pengelolaan dan pengambilan keputusan kebijakan publik.

Teori Kluster telah menyebar ke berbagai negara dan digunakan sebagai konsep untuk memajukan daya saing negara-negara dimaksud. Akibat karyanya ini, Porter telah diundang melakukan studi di berbagai negara antara lain Kanada, Kazakhstan, India, New Zealand, Portugal, dan Thailand. Ia juga diminta sebagai penasihat bagi kepala negara Ekuador, Nikaragua, Peru, Singapura dan Taiwan. Berbagai proyek-proyek pengembangan industri dengan konsep cluster telah muncul. Di Brazil, ABRABI, asosiasi perusahaan bioteknologi di sana menciptakan cluster bioteknologi, salah satu yang terbesar di dunia. Kluster bioteknologi juga sedang dirintis di Kuba. Sedangkan Korea menjajakinya dengan mengkombinasikan bioteknologi dan industri TI. Di Calgary, sedang dibangun cluster industri telepon selular, untuk mendukung pertambangan minyak dan gas alam yang membutuhkan komunikasi bergerak. Di Cina, dibangun kluster untuk industri elektronik sementara di Australia sedang dilangsungkan studi untuk menjajaki kluster industri makanan.

Untuk Indonesia, Porter menyemai pemikiran-pemikirannya dalam kuliah tatap muka dengan Porter melalui video conference yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Manajemen Pasca Sarjana FE-Universitas Indonesia. Dua pengajar di program itu, Rhenald Kasali, ketua program dan Philip S. Purnama yang juga direktur PT Indofood Sukses Makmur, menjadi fasilitatornya. Philip yang juga alumni Harvard Business School, merupakan murid langsung Porter dan sangat antusias bagi pengembangan ide-ide Porter di Indonesia.

Atas izin penyelenggara, wartawan WartaBisnis, Eben Ezer Siadari yang menjadi salah satu peserta tamu dari program perkuliahan yang sudah berlangsung sejak tahun 2003 itu, merekam tanya jawab denga Porter dalam perkuliahan 19 April lalu. Tanya jawab itu menarik karena sangat relevan dengan Indonesia. Apalagi sejumlah tokoh populer terlibat sebagai penanya, antara lain Bambang Rachmadi (pemegang hak waralaba Mc Donalds di Indonesia), Tito Silistyo (pengusaha) dan Avi Dwipayana (CEO Trimegah Securities). Tanya jawab selama lebih kurang satu jam itu kami sajikan dalam bentuk wawancara berikut ini.

Belakangan ini terlihat ada pergeseran arah ekspor di Indonesia, dari industri yang padat tenaga kerja bernilai tambah rendah kepada industri yang berbasiskan sumber daya alam. Daripada meningkatkan daya saing industri yang ditekuninnya, banyak pengusaha memilih menerjuni bisnis berbasis SDA. Pertanyaan saya, bila nanti SDA tersebut sudah habis, apa lagi yang akan menjadi daya saing Indonesia dibanding negara lain di kawasan ini?

Michael E. Porter
: Pertanyaan ini sangat penting terutama di saat sekarang, ketika sedang terjadi krisis sumber daya. Ketika harga-harga produk SDA naik, ketika bahan baku produksi makin mahal, kekayaan SDA akan memberi negara Anda peluang untuk menghasilkan pendapatan yang besar dari ekspor. Sepanjang ditopang oleh kurs mata uang yang kuat dan sepanjang Anda mempunyai keahlian (skill) dan teknologi, Anda bisa memanfaatkannya. Sejauh ini saya belum melihat Indonesia mempunyai skill dan teknologi di berbagai sektor, termasuk dalam mengeksplorasi SDA tersebut.

Berhubungan dengan pentingnya kurs yang kuat tersebut berikut ini beberapa faktor yang perlu diperhatikan manakala negara Anda mempunyai SDA yang besar.

Pertama, kurs yang kuat. Negara yang mempunyai SDA yang besar, harus mempunyai kurs yang kuat. Tanpa kurs yang kuat sulit untuk produktif dan bersaing di pasar global. Negara yang berhasil membangun ekonominya berbasiskan SDA, umumnya menyisihkan sebagaian dana hasil dari SDA tersebut. Mereka tidak membelanjakan semuanya, mereka menyisihkannya ke dalam suatu fund yang akan mereka gunakan 20-30 tahun mendatang ketika SDA itu sudah mengering. Maka di sini sangat  penting peranan pengelolaan isu-isu makroekonomi, semisal bagaimana menghindari Dutch Desease, bagaimana menciptakan lembaga dana nasional (Nantional Fund) yang bisa menabung untuk masa depan negara. Saya tidak tahu apakah Indonesia sudah membahas soal ini.

Kedua, membangun ekonomi domestik yang efisien. Dari data yang kami kumpulkan kami menemukan bahwa sebagian besar lapangan kerja dalam perekonomian datang dari sektor lokal. Lapangan kerja datang dari bisnis-bisnis seperti restoran, eceran, pengolahan produk, pemerintahan (public care) dan sejenisnya. Jadi jika Anda membangun ekonomi berbasis SDA, pastikan bahwa ekonomi domestik Anda efisien. Pastikan bahwa kompetisi di industri lokal terjadi. Jadi dengan memusatkan diri pada industri-industri lokal mempunyai dampak yang besar pada efisiensi ekonomi.

Ketiga, sangat penting untuk mengupgrade, mengolah dan mempercanggih produk Anda yang berbasis SDA tersebut. Daripada mengekspor karet, akan lebih baik bila Anda membuat proses pengolahan  ke tingkat yang lebih tinggi. Harus punya kemampuan untuk mengolah. Ini akan mendorong produktivitas yang lebih tinggi. Ekonomi Anda akan lebih efisien dengan melakukan pengolahan bahan baku SDA daripada sekadar memindahkan SDA Anda ke negara lain. Di sini Anda tidak hanya berpikir tentang bagaimana mengolah, tetapi Anda harus membangun industri, menyediakan peralatan, melatih orang dan sebagainya.

Keempat, membangun kluster baru yang menghubungkan SDA dengan sektor-sektor yang kuat di negara Anda. Cari apa yang menjadi keunikan negara Anda. Ini adalah bagian yang paling sulit. Anda harus melihat sektor yang jadi inti (core). Anda harus mempertimbangkan dan mengidentifikasi hal-hal yang unggul dalam hal keahlian, lokasi, populasi dan sebagainya di negara Anda. Indonesia harus membangun ini. Bagi saya sulit mengatakan apa yang Indonesia harus lakukan. Tetapi yang penting juga, tidak perlu suatu negara mengkopi apa yang dilakukan negara lain. Anda harus mencari apa yang berbeda di negara Anda. Apakah itu budaya Anda, lokasi geografis Anda,sejarah Anda dan seterusnya. Tantangannya di sini adalah mampukah Anda untuk tidak mengikuti jalur yang telah diambil oleh negara lain. Carilah jalan Anda sendiri. Saya sungguh berharap suatu saat bisa datang ke Indonesia dan bisa menganalisis semua data yang ada.

Dapatkah Anda tunjukkan contoh sukses teori kluster yang terjadi by design. Karena yang saya lihat sukses di teori kluster terjadi secara tidak sengaja. Dan, apakah bisa saya simpulkan bahwa teori kluster lebih efektif untuk mengembangkan sisi penawaran (produksi) bukan sisi permintaan?

Kita mungkin setuju bahwa sangat sedikit contoh dari kluster yang diciptakan dari nol. Teori kluster tidak seperti kebijakan industri (industrial policy) yang mengatakan Anda harus melakukan ini, Anda harus membuat ini dan seterusnya. Teori kluser mengatakan bahwa semua bagian dalam perekonomian adalah baik. Tidak ada bagian yang dianggap buruk.Tetapi yang harus kita lakukan adalah melihat di bagian mana kita harus memulai dan membangkitkan kapabilitas dan kesanalah pembangunan diarahkan. Dimana bagian yang paling efisien kesanalah kita membangun kapabilitas. Jadi ini bukan terjadi secara tidak sengaja. Ia terjadi karena kekuatan pasar (market forces). Apakah Anda punya sumber daya untuk itu, apakah permintaan ada, itu semua ikut menentukan. Jadi kluster tidak datang secara kebetulan. Munculnya kluster selalu diawali oleh adanya sesuatu aktivitas di suatu bidang atau sektor tertentu. INTEL, misalnya, tidak muncul begitu saja, karena tanpa kapabilitas di elektronik, kapabilitas di software, kapabilitas pengorganisasian riset, pelatihan, hubungan dengan universitas, mereka tidak akan berhasil. Jadi intinya, teori kluster adalah tentang bagaimana membangun dan membangkitkan kekuatan bisnis (business strength) dari berbagai area. Bukan menciptakannya dari nol.

Dalam memulai kluster yang perlu Anda lakukan adalah, menarik investasi asing langsung. Kadang-kadang mereka datang karena berbagai alasan, bisa saja karena Anda punya pasar yang besar, punya lokasi geografis yang bagus. Perusahaan multinasional yang besar dapat menjadi persemaian yang bagus untuk cluster. Jika Anda berhasil mengundang investasi asing langsung (multinasional) maka tahap selanjutnya yang akan muncul adalah berkembangnya pemasok di sekitar perusahaan multinasional tersebut dan kita boleh mulai berfikir tentang kluster yang akan dikembangkan. Tetapi ini adalah proses panjang dan butuh kesabaran. Ini bukan semacam proses yang dapat Anda atur, Anda bilang Anda yang bikin ini, Anda yang bikin itu. Proses yang diatur semacam itu bukan kluster. Kluster bicara tentang di bidang mana Anda punya kekuatan, dimana Annda dapat membangun institusi yang bagus, infrastruktur yang membantu. Maka biasanya di sanalah kluster akan berkembang.

Kadang-kadang kluster memang muncul karena permintaan (demand). Di Skandinavia alasan bagi tumbuhnya telekomunikasi bergerak ( mobile telecommunication) adalah karena demand. Karena munculnya pasar awal (early market) bagi produk tersebut. Di sisi lain, kluster kadang-kadang juga muncul karena sisi permintaan. Itu misalnya terjadi pada teknologi irigasi di Israel. Karena langkanya air dan untuk memenuhi kebutuhan pertanian, muncul permintaan yang besar terhadap irigasi dan itulah yang menyebabkan munculnya teknologi irigasi.

Apakah Teori kluster merupakan teori yang dinamis? Mempertimbangkan situasi dunia yang demikian dinamis, bagaimana Anda merekonstruksi model Anda dan bagaimana mengakomodasi dunia yang dinamis?

Untuk menjadi yang terbaik Anda harus dinamis, Anda harus inovatif, harus terbuka pada kompetisi, terbuka pada keinginan konsumen. Jadi ini adalah teori tentang perubahan. Ada beberapa lokasi (negara) yang bisa berubah menjadi efisien dan dikembangkan, tetapi ada lokasi lain yang tetap tertingal. Jadi ini adalah teori tentang perubahan. Sesungguhnya semua teori tentang pembangunan ekonomi bicara tentang perubahan. Change is very important, bagaimana membuka pasar, bagaimana melindungi pasar, itu semua adalah hal yang dinamis. Tanpa Anda meningkatkan produktivitas, Anda akan kalah. Di sini kita harus berhati-hati. Kebanyakan kluster dibangun dalam waktu 20 tahun. Ada yang sampai ratusan tahun. Kluster adalah sesuatu yang sangat dinamis. Ketika Anda melihat persaingan setiap hari, perusahaan-perusahaan yang tumbuh dan berkembang, maka kluster akan terus bergerak, bergeser dan itu adalah suatu proses yang panjang dan lambat. Sekarang ada yang bilang bahwa strategi perusahaan harus berubah karena dunia yang berubah. Ya, Anda memang harus berubah dan meningkatkan kemampuan perusahaan Anda, tetapi Anda harus tahu kemana tujuan Anda. Di sini Anda harus fokus pada kapasitas. Apakah Anda punya kapasitas untuk meningkat bertumbuh, itu hal penting.

Dengan melihat kemajuan China dan India, apa yang menurut Anda dapat dilakukan oleh negara-negara ASEAN untuk dapat bersaing di pasar global?

Saya bukan ahli soal China tetapi saya melihat China dengan berbeda. Tetapi mari kita lihat dulu ASEAN. Saya kira ASEAN adalah area ekonomi yang luas yang belum bekerja sebagai pasar (market). Dan masih belum merupakan kawasan perdagangan sesungguhnya. Masing-masing negara di ASEAN belum bebas, demikian juga dengan sesama ASEAN. Mari kita bicara India dan China. India sepanjang ini daya saingnya masih rendah. Benar mereka banyak bergelut di industri TI yang kuat, tetapi kebanyakan eksor India selama ini masih garmen. Tetapi IT telah menggeser penggunaan energi India dan lambat lain ekonominya maju.

China lebih sulit bagi saya. China sekarang ini adalah sebuah situasi yang tidak biasa. Dimana banyak industri di China menghadapi persoalam. Terlalu banyak perusahaan dan terlalu banyak investasi. Memang China adalah pasar yang besar, tetapi masalahnya sangat banyak juga. Mata uang China sangat tidak seimbang. Saya kira China akan banyak mendapat tekanan. Saya tidak pernah berfikir China akan bisa mengalahkan Jepang. Tidak.

ASEAN saya kira harus bisa efisien di masing-masing negara untuk menarik Investasi Asing Langsung. Sayangnya apa yang saya lihat di ASEAN adalah masih adanya rasa saling curiga, masih saling enggan membuka ekonominya dan enggan membangun suatu arena perdagangan. Tentu saja saya kira Anda lebih tahu tentang Indonesia dibanding saya.

Dengan mempertimbangkan geografi dan kondisi di Indonesia, kluster apa yang sebaiknya diprioritaskan oleh Pemerintah Indonesia?

Pertama, Saya berpendapat menanyakan apa yang berpotensi besar dalam perekonomian Indonesia untuk didorong jadi kluster bukan cara pikir terbaik untuk melihat persoalannya. Menurut saya, cara terbaik adalah Pemerintah mendorong terbukanya kompetisi, memberikan kesempatan semua sektor untuk meningkatkan kinerja dan biarkan kekuatan pasar (market forces) yang menentukan siapa yang akan jadi pemenangnya. Pandangan saya adalah Pemerintah bekerja untuk menyediakan kerangka agar pasar bekerja.

Anda telah bekerjasama dengan Pemerintahan banyak negara. Anda telah pula menjadi penasihat sejumlah pemimpin dunia. Jika ada tawaran dari Pemerintahan Indonesia untuk Anda, apa pendapat Anda?

Jika Anda melihat wajah saya secara seksama, Anda akan melihat wajah saya yang memerah karena pertanyaan Anda. Tetapi terimakasih Anda telah mengajukan pertanyaan tersebut. Saya suatu saat memang pasti akan mengunjungi Indonesia, masalahnya hanya soal waktu saja. Sedang saya pertimbangkan. Saya sangat prihatin dan ikut berdukacita karena terjadinya bencana di negara Anda baru-baru ini, tetapi melihat antusiasme yang Anda tunjukkan, saya berkeyakinan negeri ini akan bangkit.

Saya sungguh ingin membangun hubungan saling percaya dengan sejumlah Pemimpin yang terbuka untuk itu. Bagaimana bentuknya, saya terbuka untuk berbagai kemungkinan. Bagi saya, bekerja dengan Pemerintah suatu negara negara, selalu saya mulai dengan satu ujian sederhana. Pertanyaan yang biasanya saya ajukan adalah "Siapa yang akan membantu saya bekerja untuk sungguh-sungguh melakukan sesuatu (di negara tersebut)." Saya tentu dengan senang hati memberi kuliah kepada suatu negara. Tetapi itu bukan yang terpenting. Melainkan apakah ada kapasitas untuk melakukan sesuatu, membuat sesuatu lebih baik, meningkatkan sesuatu, mengubah kebijakan, mengubah arah dan meningkatkan kinerja. Saya harus yakin bahwa itu yang akan saya kerjakan dan ada pemimpin di pemerintah mau pun swasta yang mempunyai kemauan dan kapasitas untuk melakukan perubahan itu. Jika ada, saya akan ikut membantu.***

(c) Eben Ezer Siadari dan WartaBisnis No 32 Nov 2004

4 comments:

Hapi said...

hello... hapi blogging... have a nice day! just visiting here....

tagskie said...

hi.. just dropping by here... have a nice day! http://kantahanan.blogspot.com/

JanuskieZ said...

Hi... Looking ways to market your blog? try this: http://bit.ly/instantvisitors

ibu rasia said...

KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor yang AKI
beri 4 angka [7978] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus .
dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu KI. insya
allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka PASANG NOMOR
yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA,,di no (((085-321-606-847)))
insya allah anda bisa seperti saya…menang NOMOR 750 JUTA , wassalam.

Followers

About Me

My photo
suami yang kampungan di mata istrinya, ayah yang sering disandera putrinya untuk mendongeng.